Beri Materi Bela Negara, Prajurit Yonif 501 Ajak Mahasiswa Lebih Cinta Dan Menghargai Tanah Air

Beri Materi Bela Negara, Prajurit Yonif 501 Ajak Mahasiswa Lebih Cinta Dan Menghargai Tanah Air

Senin, 30/07/2018 Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Politeknik Negeri Madiun (PNM) resmi dibuka. Ditandai dengan adanya penyematan Kartu Tanda Peserta kepada perwakilan mahasiswa baru saat Upacara Pembukaan PKKMB yang diikuti oleh seluruh mahasiswa baru, panitia, pendamping, staff kampus serta pelatih. Upacara pembukaan dilaksanakan pada pukul 07.50-08.10 WIB di Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha. Dalam pidatonya, Direktur PNM Muhammad Fajar Subkhan, S.T., M.T. mengucapkan “Selamat Datang, Selamat berjuang dan menikmati hari-hari sebagai mahasiswa”.

Setelah upacara pembukaan, dilanjutkan dengan kegiatan Peraturan Baris Berbaris (PBB). “Tugas saya adalah membentuk karakter sehingga mereka di kampus bisa mengikuti aturan dan para dosen” jelas Dwiyanto selaku koordinator pelatih Kompi I. Dalam kegiatan PBB ini peserta dibagi menjadi dua kelompok, untuk kompi I dilaksanakan di lapangan basket sedangkan kompi II, III dan IV di lapangan upacara. Untuk menambah semangat, setiap kompi harus menyanyikan yel-yel. Kegiatan Peraturan Baris Berbaris berakhir sebelum tengah hari.

Seperti yang diketahui, ketika menjadi mahasiswa berarti ia seorang pelajar yang sudah berada di posisi tertinggi. Prinsip dari seorang mahasiswa adalah pembawa perubahan, jadi sudah sewajarnya apabila mahasiswa lebih mengenali Indonesia termasuk kekayaan yang dimilikinya karena hal tersebut adalah milik rakyat Indonesia. Seperti yang telah disampaikan oleh salah satu prajurit Yonif 501, Lettu Raditya Pradana, mengenai seberapa kaya Indonesia akan kekayaan alamnya. Sayangnya, kekayaan tersebut tidak seluruhnya dapat dinikmati oleh rakyat. Hampir seluruh kekayaan tersebut sudah dieksplor oleh negara lain. Oleh karena itu, pemberiaan materi bela negara yang berlangsung mulai pukul 19.00 WIB di Aula AH Simanjuntak 501 Madiun bertujuan agar peserta PKKMB lebih memiliki rasa cinta dan menghargai tanah air.

“Sebenarnya tujuan dari bela negara itu yang paling pokok dari diklatsar dan PKKMB adalah untuk menanamkan jiwa bela negara akan rasa cinta NKRI. Jadi dengan saya berikan sedikit pengarahan bela negara ini, semoga adik-adik dari PNM dapat terbuka pikirannya akan bela negara bahwa yang melaksanakan bela negara itu tidak hanya TNI tetapi juga seluruh warga negara sesuai profesinya masing-masing.” Ujar Lettu Radit ketika ditanya tujuan dari pemberian materi bela negara kepada peserta PKKMB.

Pada pertengahan penyampaian materi, para pelatih memberikan permainan agar para peserta tidak merasa bosan dan mengantuk. Seluruh peserta pun sangat antusias menguti gerakan yang sudah dicontohkan. Pada akhir penyampaian materi, diputarkan sebuah video tentang bela negara yang di dalamnya menceritakan mengenai perjuanagan TNI dalam mempertahankan Ibu Pertiwi agar tidak direbut oleh negara lain.
Penyampaian materi selesai pada pukul 22.00 WIB, sebelum kembali ke barak untuk beristirahat, peserta diarahkan untuk berbaris di lapangan untuk absensi. Setelahnya diberikan sedikit pengarahan tentang yel-yel yang sudah dibuat untuk ditampilkan esok hari. Peserta dibubarkan dan kembali ke barak dengan rapi dan tertib. [Alifa, Andika, Fahmi, Ikka & Nia]

(sumber : pers.pnm.ac.id)