FGD Pengembangan Perkeretaapian

Pada Kamis, 18 Oktober 2018 bertempat di ruang rapat Gedung Budi Tjahjono PNM diselenggarakan Forum Group Discussion (FGD) tentang pengembangan perkeretaapian. Peserta pada FGD ini antara lain perwakilan dari PNM, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan PT. INKA. Keikutsertaan BPPT dalam FGD ini berdasarkan dari surat no 92/PTSPT/TIRBR/BPPT/10/2018 tentang Undangan rapat kepada Politeknik Negeri Madiun dan PT. INKA yakni untuk membahas tentang Letter of Recommendation, yang merupakan tindak lanjut dari surat Kemenristekdikti no 494/A5.2/KS/2018. Berdasarkan hasil dari FGD tersebut, disepakati tiga institusi di atas berperan aktif dalam pengembangan Perkeretaapian, yang meliputi bidang penelitian, pendidikan, dan technical training.

Dalam bidang Penelitian, BPPT ditunjuk sebagai Leader. Dengan kompetensi dan pengalamannya yang luas, diharapkan penelitian di bidang perkeretaapian dapat dikembangkan dengan maksimal, terarah, dan inovatif. BPPT juga diharapkan akan mampu mengkoordinir penelitian yang ada di PNM dan PT INKA di bidang perkeretaapian.

Dalam bidang Pendidikan, penguatan program studi Teknik Perkeretaapian yang ada di PNM menjadi mendesak. Penguatan kompetensi (SDM) bagi Dosen dan Instruktur yang berasal dari PNM, BPPT dan PT. INKA menjadi prioritas. Diharapkan PNM menjadi koordinator dan rekomendator bagi ke-3 institusi tersebut untuk program studi lanjut ke jenjang Magister maupun Doktoral, serta program short course ke China.

Di Bidang Teknis, PT. INKA menjadi kontributor utama dalam rekomendasi pengembangan kurikulum dan sarana prasarana. PT INKA menyiapkan SDM untuk melakukan update teknologi ke China, short course dan study lanjut. Mata kuliah keahlian di PNM didukung oleh tenaga profesional yang berasal dari PT INKA, dan PNM mengusulkan tenaga pengajar tersebut ke dalam RPL ke Kemenristekdikti.

Menurut M. Fajar Subkhan, PNM sudah menyiapkan SDM, yaitu tenaga Dosen yang telah dilakukan training ke China, dan akan segera mengirim Dosen untuk studi lanjut khusus bidang Perkeretaapian. PNM juga akan segera meningkatkan sarana dan prasarana, terutama laboratorium perkeretaapian. Selain itu mengusulkan untuk memasukkan poin student exchange dengan pihak China sebagai bagian dari draft kesepakatan.

Beliau juga menyampaikan bahwa Perkeretaapian akan menjadi ciri khas dari PNM, bahkan juga beliau bercita-cita PNM dan Kota Madiun menjadi ikon Pusat Perkembangan Perkeretaapian Indonesia.

Menurut Rizqon Fajar, Direktur PTSPT BPPT, BPPT membuka pintu lebar kepada pihak PNM untuk memanfaatkan sarana laboratorium yang ada ada disana untuk keperluan studi dan riset. Beliau juga menambahkan, prospek Perkeretaapian Indonesia ke depan sangat cerah. Ke depan akan dikembangkan moda transportasi terintegrasi dengan kereta api sebagai transportasi utama.

Pembangunan jaringan rel kereta api di luar jawa akan menjadi rencana strategis nasional, bahkan revitaslisasi rel di jawa, seperti jalur Ponorogo – Madiun, Subang – Bandung, dll, akan segera dimulai. Selain itu, dalam waktu dekat teknologi kereta cepat yg menghubungkan kota-kota besar akan segera direalisasikan. Sehingga semua ini membutuhkan SDM yang banyak.

Menurut Tri Handono, General Manager PT INKA, PT INKA akan mendukung penuh perkembangan teknologi perkeretapian, serta akan menyiapkan tenaga profesional dari PT INKA untuk menjadi instruktur dan dosen di PNM. Saat ini sudah ada beberapa tenaga ahli yang mengajar di PNM, salah satunya adalah Dirut PT INKA, Budi Noviantoro. PT INKA juga mempersilahkan dan menyambut baik program kerja praktik yang dilaksanakan di PT INKA.