Kiprah "Cakra Jagad" PNM dalam KMHE 2016

Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) merupakan kontes mobil irit tingkat Nasional yang diikuti oleh berbagai team dari seluruh perguruan tinggi se-Indonesia. Tahun ini, Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) sudah memasuki tahun kelima dalam penyelenggaraannya. Pada penyelenggaraan event tahunan yang ada di bawah naungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) ini, UGM mendapatkan kehormatan untuk menjadi tuan rumah. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, KMHE 2016 mengkolaborasikan aspek ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya. Alhasil, venue yang dipilih untuk acara yang diselenggarakan pada tanggal 1 s.d 4 Nopember 2016 tersebut sangat ikonik yakni Candi Prambanan. Selain itu, tema acara pun tidak lepas dari nuansa-nuansa lokal. Hal itu terlihat dengan dipilihnya falsafah jawayang digali dari budaya Keraton Yogyakarta “Memayu Hayuning Bawana” sebagai tema KMHE 2016.
Ada dua kategori mobil yang dilombakan di KMHE 2016, yaitu prototype dan urban. Pada kategori prototype, mobil dituntut untuk dapat menempuh jarak terjauh dengan desain se-aerodinamis dan seringan mungkin. Sedangkan untuk kategori urban, mobil didesain selayaknya city car namun tetap dituntut untuk mengkonsumsi bahan bakar sehemat mungkin. Masing-masing  kategori tersebut akan dibagi lagi ke subkategori/ kelas berdasarkan jenis bahan bakar. Ada empat jenis bahan bakar yang dijadikan sumber energi, yaitu : Gasoline (Bensin), diesel, etanol, dan listrik. Juara ditentukan berdasarkan konsumsi energi paling efisien pada tiap subkategori/ kelas.


Pada perhelatan KMHE tahun ini jumlah proposal yang masuk untuk dilakukan seleksi Nasional sebanyak 128 tim, dan 60 tim yang dinyatakan lolos oleh Dewan Juri KMHE 2016. Ke-60 tim tersebut diikuti oleh 38 perguruan tinggi se-Indonesia. Politeknik Negeri Madiun sendiri berhasil mengirimkan satu tim untuk berlaga di kelas Prototype Gasoline, yaitu Cakra Jagad Team pada kategori Prototype Gasoline. Cakra Jagad Team berjumlah 8 anggota yang terdiri dari 7 mahasiswa dan 1 dosen pembimbing. Dalam kelas yang diikuti ini Cakra Jagad Team harus bersaing dengan 12 team lain yang sudah lebih berpengalaman pada ajang ini.


Tahapan yang ditempuh oleh Cakra Jagad Team untuk dapat mengikuti KMHE 2016 cukup panjang. Untuk awal pendaftaran, team diharuskan mengirimkan Laporan Desain, setelah dinyatakan lolos maka diperbolehkan untuk membuat kendaraan dan diharuskan melaporkan perkembangan pembuatan kendaraan melalui Progress Report. Dari awal pendaftaran hingga perlombaan membutuhkan waktu sekitar 2 bulan.


Kendaraan yang sudah dinyatakan lolos pun belum diijinkan untuk langsung mengikuti race. Ada 10 pos inspeksi teknis yang harus dilewati oleh team agar dapat lolos mengikuti race. Cakra Jagad Team sendiri mampu melewati setiap pos inspeksi teknis tersebut dan diperbolehkan untuk mengikuti race. Setiap team yang lolos race diberi kesempatan race sebanyak 5 kali dari 6 kali waktu trial yang disediakan oleh panitia. Cakra Jagad Team hanya mampu mengambil kesempatan race sebanyak 3 kali dikarenakan ada kendala teknis yang harus diselesaikan oleh team, serta keadaan cuaca yang tidak memungkinkan sehingga kelas Prototype tidak diperbolehkan untuk berlaga. Dari total 3 kali race tersebut Prototype Ronggo Jumeno mampu sekali menyelesaikan race dengan jarak tempuh 97,776 km per liter.  Hasil ini membawa Cakra Jagad menduduki peringkat 6 dari 12 peserta pada kelas Prototype Gasoline. Hasil ini lebih baik dibanding dengan Team Anging Mammiri 1 dari Universitas Hasanudin, Moran Team 1 dari Universitas Lampung, Sriwijaya Eco Team 2 dari Universitas Sriwijaya, Bangawan Team UNS, dan Wasaka Team dari Universitas Lambung Mangkurat yang notabene-nya merupakan peserta yang selalu aktif dalam kegiatan ini. Sedangkan juara pada kelas ini direbut oleh Nakoela Hore dari Universitas Indonesia yang juga merupakan juara pada kelas yang sama pada ajang Shell Eco Marathon Asia 2016.