Kiprah PNM pada Kontes Robot Indonesia (KRI) 2016

Politeknik Negeri Madiun kembali mengikuti Kontes Robot Indonesia (KRI) yang diselenggarakan pada tanggal 5 - 7 Mei 2016 untuk regional IV. Kali ini, ajang bergengsi robotika tahunan ini diadakan di Politeknik Negeri Jember (POLIJE) setelah setahun sebelumnya diadakan di STIKOM Surabaya.

Kontes Robot Indonesia (KRI) adalah suatu kegiatan kontes di bidang robotika yang dapat diikuti tim mahasiswa dari institusi atau perguruan tinggi negeri maupun swasta yang terdaftar di Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. KRI sendiri dibagi menjadi 5 (lima) divisi, antara lain : Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) tipe beroda, Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) tipe berkaki, Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI), dan Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI). KRI 2016 diselenggarakan dalam 4 Wilayah Tingkat Regional. Dan Politeknik Negeri Madiun termasuk dalam regional IV yang diselenggarakan di Politeknik Negeri Jember.

Tim robotik PNM mengikuti empat divisi pada KRI tahun ini. Diantaranya KRAI (Kontes Robot Abu Indonesia) bernama TURTLE PNM, KRPAI (Kontes Robot Pemadam Api Indonesia) tipe beroda bernama RODENSAR, Kontes Robot Pemadam Api (KRPAI) tipe berkaki bernama NIKLERO, dan Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) bernama AERO V2. Empat divisi tersebut terdiri dari 3 anggota pada divisi KRPAI beroda, 3 anggota pada KRPAI berkaki,4 anggota pada KRSTI dan untuk KRAI digawangi oleh 6 anggota. Masing-masing divisi robotik PNM juga didampingi dosen pembimbing. Sementara anggota divisi robotik PNM yang dikirim untuk mengikuti kontes ini berasal dari mahasiswa dari semester 2 sampai 6.

Untuk mengikuti kontes ini dibutuhkan persiapan yang lama. Persiapan tersebut meliputi persiapan mekanik, software maupun hardware. Berbagai riset juga telah dilakukan oleh tim dan dosen pembimbing untuk mempersiapkan event robot nasional tahunan ini. Persiapan untuk KRI dimulai dari seleksi tim robotik dengan mengikuti tes sesuai divisinya. Peserta seleksi tim robotik berasal dari jurusan teknik PNM. Seleksi dilanjutkan dengan tes kemampuan dasar dan tes psikologi. Hal tersebut dimaksudkan untuk menyaring mahasiswa yang tidak hanya cerdas dan berpengetahuan luas tapi juga bermental kuat. Karena nantinya robot yang dirakit akan mengikuti KRI.

Untuk mengikuti KRI, peserta harus mengisi formulir dan mengajukan proposal ke Kemristekdikti untuk dilakukan seleksi oleh tim KRI pusat. Sehingga para peserta yang ikut KRI di POLIJE adalah peserta yang dinyatakan lolos seleksi oleh tim Kemristekdikti. Kontes ini berjalan lancar, sangat ramai dengan antusiasme para peserta dan suporter. Registrasi tim dilakukan pada hari Kamis (5 Mei), percobaan lapangan atau trial dilakukan pada hari Jumat (6 Mei), sedangkan perlombaan dilaksanakan hari Sabtu (7 Mei), dimulai pukul 07.00 sampai pukul 22.00 WIB.

Menurut salah satu pembimbing tim robotik PNM, Bapak Dirvi Eko J.S., "tim robotik tahun ini prestasinya meningkat dari tahun ke tahun sebelumnya. Robot berkaki mendapat peringkat 9 dari 24 peserta, robot beroda peringkat 16 dari 30 peserta, robot seni peringkat 10 dari 14 peserta. Harapan kami tahun depan,mahasiswa yang mendaftar tim robot PNM lebih banyak. Cinta almamaternya lebih ditingkatkan. Tidak hanya butuh mahasiswa yang pintar tapi juga mental yang tangguh, siap untuk bertarung dan mau mengorbankan pikiran juga waktu. Kami membutuhkan orang yang fanatik terhadap robotik. Untuk juniornya lebih termotivasi dan lebih antusias lagi". (G-Plasma)