KORMA (Kampus On Ramadhan)

(16/06) Bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk kita mendapatkan pahala yang berlimpah, karenanya banyak kegiatan amal yang sering dilakukan. Tidak ketinggalan pula mahasiswa dari Politeknik Negeri Madiun yang melakukan kegiatan amal yang dilaksanakan di Hall Politeknik Negeri Madiun pada pukul 16.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan amal ini memiliki tema "KORMA#1 1438", maksud dari kata KORMA sendiri adalah Kampus On Ramadhan. "1438 itu diambil dari tahun hijriyah saat ini, dan rincian dari kegiatan ini adalah pemberian 14 kado istimewa untuk 14 anak-anak kurang beruntung dan buka bersama dengan 38 orang-orang kurang beruntung seperti tukang becak, pengemis, dan kaum dhuafa lainnya. Dan dana untuk acara ini kami dapatkan dari donasi seluruh mahasiswa Politeknik Negeri Madiun dan beberapa donatur lainnya seperti dosen dan pihak luar. Untuk donasi sendiri, tidak harus dalam bentuk uang, kalau ingin menyumbangkan pakaiannya yang masih layak pakai sangat saya terima yang penting adalah keikhlasannya", seperti itu penjelasan dari ketua pelaksana ketika ditanya seperti apa deskripsi acara KORMA. "Sebagian dari kami berpencar ke beberapa lokasi di Madiun ini untuk menemukan orang-orang yang kurang beruntung tersebut", tambah ketua pelaksana yang sebenarnya tidak mau disebut namanya. Selain acara buka bersama yang didekorasi dengan model gala dinner, panitia mengundang 2 mahasiswa dari poltekes surabaya untuk melakukan tes kesehatan gratis yang meliputi pemeriksaan tekanan darah dan kolesterol untuk mereka yang sudah usia lanjut.

Tidak hanya acara berbuka puasa dan pemeriksaan kesehatan, tetapi ada juga acara hiburan dari mahasiswa, seperti penampilan dari UKM-Musican dan juga hadroh. Antusias sangat terlihat ketika ada salah satu dari mereka yang menyumbangkan suaranya untuk bernyanyi didepan. Ketika ditanya bagaimana perasaannya, jawaban dari mereka tentunya senang hingga ada seorang ibu yang meneteskan air matanya karena bahagia bisa mendapatkan undangan dari mahasiswa Politeknik Negeri Madiun untuk mengikuti acara ini. Namun ada sebuah jawaban yang miris dari seorang kakek yang bekerja sebagai pengemis dan tidur hanya di depan toko beralaskan kardus bekas, "Ya saya seneng sekarang, kenyang juga. Tapi saya tidak tahu apa besok saya bisa kenyang seperti ini". Hal ini seharusnya menjadi pelajaran bagi kita untuk tetap bersyukur apapun keadaannya, karena di luar sana masih banyak orang-orang yang lebih kekurangan daripada kita.