Kuatkan Pendidikan Dengan Semangat Hardiknas

 

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Politeknik Negeri Madiun (PNM) menyelenggarakan upacara bendera yang bertempat di Kampus 2 PNM Winongo. Upacara dilaksanakan pada pukul 07.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 08.30 WIB. Upacara kali ini diikuti oleh seluruh mahasiswa, dosen dan staf karyawan PNM. Sedangkan petugas upacara merupakan perwakilan dari masing-masing Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) PNM.

Dalam persiapannya, petugas upacara telah berlatih secara intensif selama satu minggu. Demi memaksimalkan pelaksanaan upacara, didatangkan pelatih dari Koramil 0803/01 Taman, yaitu Bapak Gunawan Harianto dan Bapak Didik Tarmono untuk melatih para mahasiswa yang bertugas. Latihan dilaksanakan di Kampus 2 setiap pagi dan bersifat semi-militer.

Meskipun terkesan keras dan penuh kedisiplinan, hal inilah yang menjadi nilai positif. Seperti yang disampaikan oleh salah satu pengibar bendera, Muhammad Adin Dinata dari Program Studi Teknik Komputer Kontrol. “Yang penting, gimana caranya untuk memasukkan kalimat pelatih sebagai motivasi buat kita. Walaupun semi-militer dan kalau salah langsung push-up, tapi itu yang motivasi kita agar terlaksananya upacara dengan lancar.” ujarnya.

Pada kesempatan ini pula, disematkan penghargaan kepada para tenaga pengajar dan staf terbaik di PNM melalui Surat Keputusan Direktur Politeknik Negeri Madiun. Diantaranya adalah penghargaan Dosen Berprestasi pada masing-masing program studi dan Tenaga Kependidikan Berprestasi, serta Dosen Berprestasi, Tenaga Kependikan Terbaik dan penghargaan Purna Bakti. Namun, dikarenakan Direktur PNM sedang berhalangan, penghargaan tersebut disematkan oleh Wakil Direktur 1 PNM Bapak Yosi Affandi, S.Sos, M.A.B  yang juga bertugas sebagai Inspektur Upacara.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, ada sambutan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), yang tahun ini mengambil tema “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”. Tema ini berfokus pada pendidikan tinggi sebagai tempat lahirnya sumber daya manusia yang berkualitas, serta tempat riset dalam pengembangan iptek demi tercapainya kesejahteraan masyarakat.

Selain dari Menristekdikti, harapan lainnya juga disuarakan oleh para mahasiswa, salah satunya adalah Afida Arindia dari Program Studi Bahasa Inggris. Ia berharap akan ada peningkatan kualitas dalam proses pembelajaran di pendidikan tinggi, “Lebih ditingkatkan lagi kualitasnya, bukan hanya kuantitasnya. Jadi bukan hanya jam matkul (mata kuliah) saja yang lama tapi nggak banyak hasilnya. Harus ada hasil yang nyata, bukan hanya teori saja” ujarnya. Selain itu, ia juga menyinggung harapannya tentang pemerataan bantuan pendidikan bagi siswa yang kurang mampu.

Di Hari Pendidikan tahun 2018 ini, Menrisetdikti menutup sambutan dengan keinginan bahwa pendidikan tinggi baik PTN maupun PTS mampu menghasilkan lulusan yang bukan hanya menjadi pendukung (supporter) bagi suatu perubahan, melainkan juga sebagai motor penggerak (driver) untuk memfasilitasi perubahan masyarakat. Lebih dari itu, dapat menjadi pemungkin (enabler) bagi perubahan dan inovasi-inovasi. (G-PLASMA -  Dhinar/MP)