PNM Masuk Peringkat 20 Klasterisasi Perguruan Tinggi Vokasi Se-Indonesia Tahun 2019

 

Peringkat 20 Klasterisasi PT VokasiMadiun–Politeknik Negeri Madiun semakin mengokohkan posisinya dalam kancah penyelenggara pendidikan tinggi se-Indonesia khususnya pada kategori Perguruan Tinggi Vokasi. Sebagai salah satu Politeknik yang menyandang label Perguruan Tinggi Negeri Baru (PTNB), kehadiran dan eksistensi PNM di dunia pendidikan tinggi layak diperhitungkan. Adalah sebuah capaian yang sangat membanggakan bahwa diusia yang relatif muda, pada tahun 2019 ini PNM menempati peringkat 20 dari sejumlah 1.128 Perguruan Tinggi Vokasi se-Indonesia. Data ini diperoleh berdasarkan Siaran Pers Kemenristekdikti Nomor: 147/SP/ HM/BKKP/VIII/2019.

Dalam siaran pers tersebut Kemenristekdikti Republik Indonesia mengumumkan klasterisasi perguruan tinggi Indonesia tahun 2019. Klasterisasi ini dilakukan untuk memetakan perguruan tinggi Indonesia yang berada dibawah naungan Kemenristekdikti guna meningkatkan kualitas perguruan tinggi sekaligus menjadi dasar bagi Kemenristekdikti untuk memberikan kebijakan sesuai kapasitas setiap klaster perguruan tinggi tersebut.
“Tujuan kami ingin mendorong perguruan tinggi Indonesia semakin maju dan masuk ke kelas dunia. Dorongan ini menjadi sangat penting. Kalau kita sudah sampaikan ini, kita bisa lakukan pemetaan. Tujuan pemetaan perguruan tinggi Kemenristekdikti yaitu bagaimana membuat kebijakan masing-masing yang ada di perguruan tinggi nanti, supaya nanti ke depan kita bisa mewujudkan perguruan tinggi berkualitas,” ungkap Menristekdikti, Mohamad Nasir.

Pada kesempatan ini, Menristekdikti menegaskan kembali tidak ada dikotomi antara perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS), yang terpenting adalah kualitasnya. Pemeringkatan Perguruan Tinggi 2019 berfokus pada indikator atau penilaian yang berbasis Output – Outcome Base, yaitu dengan melihat Kinerja Masukan dengan bobot 40 % yang meliputi kinerja Input (15%) dan Proses (25%), serta Kinerja Luaran dengan bobot 60% yang meliputi Kinerja Output (25%), dan Outcome (35%). Penambahan indikator baru tersebut sebagai upaya agar perguruan tinggi dapat secara aktif merespon perkembangan zaman, terutama revolusi industri keempat dan kebutuhan tenaga kerja.
Pada tahun 2019, Kemenristekdikti mengeluarkan hasil klasterisasi perguruan tinggi dalam dua (2) kategori yaitu kategori Perguruan Tinggi Non-Vokasi (pendidikan akademik), yang terdiri dari Universitas, Institut, dan Sekolah Tinggi, dan kategori Perguruan Tinggi Vokasi, yang terdiri dari Politeknik dan Akademi. Perguruan Tinggi Non-Vokasi dengan jumlah sebanyak 2.141 perguruan tinggi dibawah Kemenristekdikti diperoleh 5 (lima) klaster perguruan tinggi Indonesia dengan komposisi Klaster 1 berjumlah 13 perguruan tinggi; Klaster 2 berjumlah 70 perguruan tinggi; Klaster 3 berjumlah 338 perguruan tinggi, Klaster 4 berjumlah 955 perguruan tinggi, dan Klaster 5 berjumlah 765 perguruan tinggi.

Sedangkan untuk kategori perguruan tinggi vokasi, urutan klaster dimulai pada klaster 2. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan capaian/skor tertinggi yang diperoleh oleh perguruan tinggi vokasi, sehingga untuk kategori perguruan tinggi vokasi dengan jumlah 1.128 perguruan tinggi diperoleh 4 (empat) klaster perguruan tinggi Indonesia dengan komposisi: Klaster 2 berjumlah 5 perguruan tinggi; Klaster 3 berjumlah 62 perguruan tinggi, Klaster 4 berjumlah 545 perguruan tinggi, dan Klaster 5 berjumlah 516 perguruan tinggi.
Selamat bagi segenap keluarga besar PNM atas capaian yang telah diraih dan semoga hal ini senantiasa disyukuri serta semakin memberikan semangat untuk lebih meningkatkan prestasi dimasa mendatang. (PIP/Humas PNM/20/8/2019).