PNM Mengikuti Kontes Robot Indonesia (KRI) 2015

SURABAYA, (02/5) KRI (Kontes Robot Indonesia ) 2015 Regional IV Jawa Timur kali ini diselenggarakan di STIKOM Surabaya. Kontes ini berlangsung mulai tanggal 30 April 2015 hingga 02 Mei 2015. Kontes ini dibagi menjadi lima kategori yaitu Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSI), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) berkaki, Kontes Robot Pemadam Api (KRPAI) beroda dan Kontes Robot Abu Indonesia (KRAI). KRI tahun ini diikuti oleh 80 tim dari berbagai Perguruan Tinggi di Jawa Timur dan nantinya harus berhadapan dengan 10 juri penilai. Menurut keterangan dari Agung, salah satu peserta dari PNM yang menjadi kriteria penilaian adalah pada KRSI, robot harus bergerak sinkron dengan irama music pengiring, serta robot diselaraskan dengan track di tiga zona. Pada KRPAI berkaki dan beroda kriteria penilaiannya yaitu mematikan lilin sebanyak-banyaknya, baik di daerah sendiri atau lawan. Selain itu dimensi robot juga masuk dalam kriteria penilaian. Dimensi robot harus sesuai dengan ketentuan dari panitia. Politeknik Negeri Madiun sendiri mengirimkan tiga tim dalam tiga kategori, yaitu KRSI dengan nama tim AERO, KRPAI Berkaki dengan nama tim PNM_EVOLUCION dan katagori KRPAI beroda dengan nama tim Pati_Geni.


Setiap kategori yang dimainkan mempunyai daya tarik tersendiri, misal: pada kategori Seni Tari para penonton dimohon tenang agar sistem pada robot bisa berjalan. Lain halnya dengan kontes Abu Indonesia dimana para penonton bersorak sorai menyemangati peserta dilapangan yang menambah suasana kian memanas. Dilain tempat, kontes Pemadam Api Indonesia membuat penonton gemas karena ulah si robot yang terkadang gagal memadamkan api, hal yang sama terjadi di kategori sepak bola karena si robot berulang kali gagal menendang bola dan mencetak gol bahkan ada beberapa robot yang harus terjatuh saat menendang bola dan membuat penonton tertawa terpingkal-pingkal, tetapi ada juga yang mampu mencetak gol dengan beruntun.

Selain mengirim delegasinya dalam kontes ini, setiap perguruan tinggi yang menjadi peserta juga mengirim supporter untuk mendukung para delegasinya di setiap katagori. Dari pihak panitia di setiap tim hanya di batasi lima orang supporter yang bisa masuk ke arena kontes. Dengan membayar tiket sebesar Rp. 35.000, para supporter sudah bisa masuk ke dalam arena. Sedangkan supporter lain yang tidak bisa masuk ke arena masih bisa nonton bareng (nobar) dari luar arena karena dari pihak panitia menyediakan tempat nobar di ruang serbaguna dan di area halaman parkir STIKOM Surabaya. (G-PLASMA)