PNM Raih Nilai B pada Visitasi Akreditasi Perpusnas Tahun 2020

Madiun- Perpustakaan Politeknik Negeri Madiun (PNM) akhirnya mengukuhkan diri menjadi perpustakaan dengan akreditasi B. Melalui penilaian dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) pada 20 Oktober 2020, perjuangan selama hampir tujuh bulan itu akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan. Walaupun masih belum diresmikan, saat ini perpustakaan PNM sudah memenuhi standarisasi dari pemerintah untuk menjadi gudang literasi atau pusat informasi dan pembelajaran bagi mahasiswa.

Perpustakaan merupakan ikon dan jantung perguruan tinggi, pendapat tersebut disampaikan oleh Ibu Tri Lestariningsih, S. Kom., M. Kom., selaku Kepala Perpustakaan Politeknik Negeri Madiun, maka diperlukan suatu standarisasi untuk menilai apakah suatu perpustakaan sudah memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh Perpustakaan Nasional untuk jenjang perguruan tinggi.

Gagasan tersebut muncul setelah Ibu Tri mewakili PNM dalam pelatihan yang diselengarakan oleh Perpusnas pada tahun 2018. Pada pelatihan tersebut, Ibu Tri banyak sharing dengan pengurus perpustakaan di perguruan tinggi lain, seperti Unair, UB, UGM, UMS dan Unmuh Ponorogo. Akhirnya pada Januari 2020, PNM mengikuti akreditasi perpustakaan sesuai dengan surat edaran Provinsi Surabaya. Sementara mengenai biaya akreditasi ditanggung oleh APBN atau dengan kata lain gratis.

Proses pengajuan akreditasi tersebut sangatlah panjang. Setelah menyatakan sikap siap untuk mengikuti akreditasi tersebut, pihak Provinsi mengutus dari Perpustakaan Kota Madiun untuk melihat apakah layak maju akreditasi atau tidak. Pada penilaian tersebut, perpustakaan PNM masih di bawah C dan hal itu merupakan akreditasi yang masih jauh dari baik.

Pada Februari 2020, PNM mengikuti acara di Perpustakaan Kota Madiun juga mendapatkan pengarahan dari Perpusnas. Dilakukan penilaian ulang dengan hasil akreditasi C setelah mengkaji ulang berkas-berkas yang sebelumnya masih belum sempurna. PNM terus mengikuti 3 kali pendampingan. Pendampingan tersebut, terdiri 2 kali pendampingan dari Perpus Kota dan 1 kali dari Perpusnas dalam waktu tujuh bulan. Akhirnya, perpustakaan PNM mendapatkan nilai B pada visitasi akreditasi dari Perpusnas.

Untuk mendapatkan akreditasi A, PNM harus menunggu sekitar lima tahun lagi. Di waktu itulah pihak kampus akan terus memaksimalkan apa yang sebelumnya masih kurang. Seperti menambah luas perpustakaan sesuai dengan ketentuan minimum untuk sebuah perpustakaan yaitu 1500 m², menambah jumlah judul buku yang sebelumnya dari 3900 menjadi 10.000 judul buku, meningkatkan anggaran menjadi 3-5% dari jumlah anggaran kampus, serta menambah prestasi perpustakaan.

Yang menjadi sorotan lainnya adalah kurangnya pustakawan yang memiliki ijazah ilmu perpustakaan. Perpustakaan PNM hingga kini hanya memiliki dua pustakawan asli dan delapan lainnya masih mengusahakan untuk mengikuti pelatihan agar mendapatkan sertifikat kelayakan menjadi pustakawan. Ulasan-ulasan tersebut merupakan suatu syarat yang harus dipenuhi perguruan tinggi untuk mendapatkan akreditasi A.

Kontributor: Penulis: Retno Dwi K. S. dan Murni Febri  Editor: Winda Eka Rachmawati

(ris@pnm)