Upacara HUT RI ke-72

17 Agustus 2017 menjadi kali pertama PNM mengadakan upacara bendera sejak status negeri yang diperoleh sejak akhir tahun 2012 lalu. Hal ini dikarenakan keterbatasan area upacara yang dimiliki oleh PNM. Dengan terlebih dahulu membersihkan ilalang dan belukar yang tumbuh liar, bersyukur pada tahun 2017 ini panitia peringatan HUT RI ke-72 PNM dapat memanfaatkan area kampus II yang terletak di Kel. Winongo sebagai tempat berlangsungnya upacara dalam memperingati HUT RI ke-72.

Peserta upacara ini adalah seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa semua angkatan, termasuk diantaranya beberapa perwakilan dari mahasiswa baru. Dalam pidatonya, Wakil Direktur I PNM Bpk. Yosi Afandi, S.Sos, M.AB yang bertugas sebagai pembina upacara menyampaikan sambutan dari Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak. Dalam sambutannya, Menristekdikti mengajak kepada seluruh peserta upacara di seluruh tanah air untuk mengaktualisasikan “Indonesia Kerja Bersama” dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian gotong royong. Menristekdikti juga mengingatkan kepada kita semua bahwa HUT RI ke-72 ini sudah seharusnya tidak saja hanya menjadi momen peringatan bagi kita, namun menjadi saat yang tepat untuk merefleksikan kembali capaian yang telah kita raih dan bersiap atas segala tantangan ke depan. Selama lebih dari tujuh dekade usia kemerdekaan, Indonesia telah berhasil menjadi bangsa besar dengan berbagai kemajuan ekonomi, sosial dan politik. Pembangunan infrastruktur fisik dan manusia tersebar di seluruh wilayah Indonesia dari ujung Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Rote. Selain itu, paradigma pembangunan pun telah meningkat dari yang bersifat konsumtif menjadi produktif. Namun, diantara kemajuan yang telah dicapai, terdapat tantangan besar yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, yakni persoalan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang sebagian besar tenaga kerja di Indonesia memiliki tingkat pendidikan rendah dan terkategori tenaga kerja tidak terlatih (unskilled labor) atau berkeahlian rendah-menengah. Hal ini tidak hanya menjadi tantangan bagi kita di tingkat produktivitas ekonomi, namun juga mempengaruhi daya saing kita di tingkat regional dan global. Karena persaingan dalam era globalisasi ini akan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kemenristekdikti telah menetapkan tujuan strategi 2019 yang akan dicapai yaitu “Meningkatnya relevansi, kuantitas dan kualitas sumber daya manusia berpendidikan-tinggi, serta kemampuan Iptek dan inovasi untuk keunggulan daya saing bangsa”. Beliau juga berpesan kepada kita semua untuk kembali ke Bhinneka Tunggal Ika, merekatkan persatuan bernegara dan berbangsa, menyemai kebebasan yang bertanggung jawab, dan bersama-sama menangkal radikalisme. Karena untuk memerangi radikalisme, kita tidak memerlukan senjata, namun pengetahuan dan pendidikan yang baik lah yang dapat menangkalnya.

Akhirnya, dalam akhir dari sambutan beliau dalam momentum HUT RI ke-72 ini beliau mengajak kita semua untuk bekerja sama dan terus membangun riset, teknologi, dan pendidikan tinggi dengan penuh Integritas, Etos Kerja, dan semangat Gotong Royong, serta selalu mengedepankan kepentingan dan masa depan bangsa Indonesia.

Dirgahayu 72 tahun Indonesia, Merdeka! [Ard]