Dies Maulidiyah PNM Ke-VII PNM Tahun 2019

Madiun- Alhamdulillah, segala puja & puji syukur ke Hadirat Tuhan YME, atas limpahan RahmahNya kepada seluruh civitas akademika PNM, yang pada tahun 2019 PNM sudah memasuki usia ke-7. Menyusul kegiatan pekan olahraga mahasiswa (PORMA) antar program studi, jalan santai & donor darah, dalam rangkaian kegiatan memperingati Dies Natalis PNM Ke-VII beberapa hari yang lalu, pada hari Kamis tanggal 14 Nopember 2019 bertempat di Hall PNM kampus-1 jalan Serayu nomor 84 Madiun mulai pukul 07.30 dan sampai selesai, dilaksanakan kegiatan Dies Maulidiyah ke-VII dalam bentuk “Majlis Dzikir Wa Maulidur Rasul SAW & Kirim Do’a”. 

Ucapan syukur & bangga untuk seluruh civitas akademika PNM, karena kegiatan Majlis Dzikir tahun 2019 ini merupakan kegiatan yang ke-4 dilaksanakan di PNM. Dies Maulidiyah pada tahun ini merupakan Majlis yang terasa sangat istimewa, karena dilaksanakan hampir bersamaan antara Dies Natalis PNM ke-VII yang jatuh pada bulan Oktober dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal 1441H atau tanggal 9 Nopember 2019 beberapa hari yang lalu. Kegiatan Majlis Dzikir ini diikuti oleh seluruh civitas akademika PNM, baik dari jajaran pimpinan, dosen, karyawan, mahasisiwa/mahasiswi PNM, jama’ah Al Khidmah dari kota madiun dan sekitarnya serta dihadiri oleh perwakilan jama’ah dari kota Mojokerto.
Dalam sambutan, Bapak Mohamad Fajar Subkhan, S.T.,M.T. selaku Direktur PNM menyampaikan kepada seluruh civitas akademika PNM untuk terus menjaga kerukunan dan silaturahim dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI. Beliau juga berpesan kepada seluruh jajaran pimpinan, dosen, karyawan dan mahasiswa agar memiliki kompetensi yang unggul, inovatif diberbagai bidang serta daya saing yang tinggi, khususnya saat menghadapi era revolusi industri 4.0. yang disesuaikan dengan tema Dies Natalis ke-VII tahun 2019 ini yaitu “Competent, innovative, Competitive”. Beliau juga menyampaikan rasa bangga, bahwasannya mahasiswa-mahasiswi PNM tidak hanya belajar / menempuh ilmu duniawi, akan tetapi juga mengimbangi dengan kegiatan rohaniah / spiritual. Tidak lupa beliau mengucapkan selamat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh civitas akademika PNM yang telah melalui usia yang ke-7, hal ini tentu membanggakan karena pada tahun 2019, PNM berhasil menempati peringkat ke-20 dari 1.128 Perguruan Tinggi Vokasi se-Indonesia.
Dalam kegiatan Majlis Dzikir ini, diisi dengan memperbanyak berdzikir mengirim do’a untuk Orang tua, Leluhur, Sesepuh, Auliya’, Habaib & Masyayih, dilanjutkan dengan Istighosah serta pembacaan Sholawat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Sebagai pengisi ceramah atau Mauidhoh Hasanah, panitia Majlis Dzikir mengundang Habib Haydar Alydrus dari Surabaya yang juga dihadiri Habib Muhammad Al Athos dari Surabaya, Habib Husni Fahruddin Zuddy dari Madiun, Habib Novel dari Kudus, KH Mufroil Aida dari Madiun serta beberapa undangan dari kota Madiun dan sekitarnya. Dalam pesan yang disampaikan oleh Habib Haydar Alydrus, kita semua terutama mahasiswa/mahasiswi harus mempunyai cita-cita yang tinggi. Mahasiswa/mahasiswi menempuh perkuliahan dan menuntut ilmu pengetahuan di PNM jangan hanya bertujuan agar mendapat gelar/titel, agar mudah mendapatkan pekerjaan atau agar mendapatkan gaji yang tinggi, akan tetapi menuntut ilmu dengan niat agar kelak nantinya ilmu yang sudah diperoleh bisa diamalkan. Jadi tidak hanya pekerjaan yang didapatkan atau gaji yang diperoleh, jika terus ada yang memanfaatkan ilmu yang sudah diamalkan, akan terus berguna dan mempunyai kemaslahatan yang akan terus mengalir pahalanya. Menutup mauidhoh Hasanah, Habib Haydar mendo’akan semoga PNM semakin maju & jaya, mahasiswa/mahasiswi yang lulus dari PNM mudah untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan kompetensi masing-masing. (ris_pnm)