DIKLATSAR DAN PKKMB PNM 2019

Madiun- Hari masih pagi belum lagi genap pukul 07.00, cahaya mentari mulai menyeruak hangat menerobos dedaunan. Embun masih enggan jatuh dari ujung rerumputan, namun pagi itu sebanyak 768 mahasiswa baru Politeknik Negeri Madiun tampak bersemangat berbaris dan mendapat pengarahan dari para pelatih dari Batalyon Komando Paskhas 463 Trisula. Sebentar lagi para mahasiswa baru ini akan mengikuti Upacara pembukaaan Pendidikan Latihan Dasar (DIKLATSAR) dan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).
Namun, sebelum upacara dimulai ada sajian istimewa yang akan disaksikan oleh para peserta upacara yang mulai hadir di lapangan tersebut. Di atas langit Maospati, nampak delapan penerjun Paskhas AU mulai melompat dan mendemonstrasikan aksi penerjunan sebagai persiapan peringatan hari ulang tahun kemerdekaan RI ke-74 yang akan dirayakan sebentar lagi pada 17 Agustus mendatang. Atraksi ini tentu saja memukau segenap yang hadir dan sekaligus seolah juga menjadi sambutan selamat datang bagi para mahasiswa baru PNM yang akan mengikuti DIKLATSAR dan PKKMB di Batalyon Komando Paskhas 463 Trisula.

Direktur PNM, dalam sambutanya menyampaikan beberapa hal sebagai berikut: Pertama, ungkapan rasa berbahagia sekaligus membanggakan bagi keluarga besar PNM mendapatkan warga baru, para mahasiswa dan mahasiswi baru yang diterima pada tahun akademik 2019/2020 ini sebanyak 768 orang yang telah diseleksi dengan ketat dari total pendaftar sebanyak kurang lebih 5.000-an pendaftar dari berbagai daerah, dan dari seluruh Indonesia.
Kedua, kepada para mahasiswa baru juga disampaikan ucapan selamat atas keberhasilan melampaui persaingan yang sangat ketat meraih tempat untuk menempuh perkuliahan di PNM ini. Selamat datang, selamat berjuang, selamat menikmati hari-hari anda mulai saat ini dan masa yang akan datang sebagai MAHASISWA dimana tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama seperti ini.
Ketiga, Direktur berpesan bahwa menjadi mahasiswa, tentu akan berbeda dengan siswa. Kata ‘maha’ yang disematkan adalah sebuah cerminan yang istimewa, sekaligus tantangan yang akan dihadapinya. Menjadi mahasiswa, maka kita akan diuji bagaimana menjadi orang yang bertindak sesuai dengan perkataannya. Menjadi mahasiswa berarti, dituntut untuk bertanggungjawab, mandiri, dan banyak memiliki referensi untuk kemampuan akademis maupun non akademis.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur PNM menambahkan informasi bahwa Politeknik Negeri Madiun adalah satu-satunya perguruan tinggi negeri vokasi di wilayah Madiun raya, yang pada tahun ini memiliki 9 prodi, yaitu: Prodi D4 Perkeretaapian dan beberapa Prodi D3: Prodi Administrasi Bisnis, Prodi Bahasa Inggris, Prodi Komputerisasi Akuntansi, Prodi Akuntansi, Prodi Mesin Otomotif, Prodi Teknik Komputer Kontrol, Prodi Teknik Listrik dan Prodi Teknologi Informasi.
Sampai dengan hari ini Politeknik Negeri Madiun tetap konsisten untuk mewujudkan visinya sebagai lembaga pendidikan tinggi vokasi yang berkualitas, berbasis iptek, inovasi dan berdaya saing nasional dengan cara menghasilkan lulusan profesional dan kompeten dibidangnya.
Selanjutnya, Direktur PNM menegaskan bahwa kegiatan ini bukan kegiatan perpeloncoan, kegiatan ini bukan kegiatan kekerasan, tetapi melalui program ini saudara-saudara akan diperkenalkan dengan sistem pendidikan dan lembaga kemahasiswaan yang ada di PNM. Program ini juga dimaksudkan untuk menciptakan keakraban yang harmonis antara mahasiswa baru dan mahasiswa lama serta dengan seluruh warga PNM.
Politeknik Negeri Madiun selalu mengedepankan pendidikan yang berkarakter dan berwawasan kebangsaan yang menghasilkan insan-insan yang tangguh, bermartabat, berjiwa patriot, memiliki sikap disiplin, menjunjung tinggi sifat kejujuran dan kepedulian terhadap sesama. Oleh karena itu Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Madiun sebelum masuk didunia pendidikan terlebih dahulu akan digembleng dan dididik di tempat ini agar nantinya terbentuk menjadi mahasiswa yang berwawasan kebangsaan, bermental baja dan tidak mudah menyerah namun memiliki wawasan akademis dan intelektualitas yang tinggi.

Menutup pesan sebagai pimpinan PNM, beliau menegaskan bahwa selain jiwa kebangsaan, kedisiplinan dan ketangguhan yang akan peroleh dari kegiatan ini, maka berikutnya yang paling penting adalah wajib bersikap atau berperilaku jujur. Semoga kita semua senantiasa mampu bersyukur atas semua yang telah kita capai, dan semoga segala niat baik serta perjuangan kita senantiasa mendapat pertolongan dan ridho dari Allah SWT. (PIP/Humas PNM/ 13/8/2019).