pnm.ac.id – Politeknik Negeri Madiun (PNM) terus menunjukkan komitmen menjadi perguruan tinggi yang inovatif dan kolaboratif dengan keunggulan di bidang transportasi berkelanjutan. PNM turut menandatangani Nota Kesepahaman terkait Konsorsium Penelitian dan Pengembangan Bersama Kereta Cepat Merah Putih (KCMP) pada Kamis (05/02).
Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), PT INKA (Persero), PT KAI (Persero), PT Wijaya Kusuma (Persero) Tbk, Politeknik Negeri Madiun (PNM) serta delapan perguruan tinggi besar di Indonesia. Tercatat, Politeknik Negeri Madiun menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) yang tergabung dalam konsorsium tersebut.
“Politeknik Negeri Madiun menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang berasal dari vokasi, lainnya dari perguruan tinggi besar di Indonesia.” Terang Direktur PNM Dr. Muhammad Taali, S.E., M.M yang menandatangani Nota Kesepahaman secara langsung di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie, Jakarta.
Lebih lanjut, Dr. Muhammad Taali, S.E., M.M. pun menyampaikan rasa bangga bahwa PNM dapat berpartisipasi dalam mendukung kemajuan transportasi dan riset di Indonesia, khusunya dalam meriset dan menciptakan moda transportasi kereta api kecepatan tinggi karya anak bangsa.
“Jadi kami patut berbangga bahwa Politeknik Negeri Madiun sudah diakui peneliti yang tergabung dalam konsorsium BRIN, industri, dan perguruan tinggi untuk bersama-sama meriset moda transportasi yang mengandalkan ilmuwan Indonesia untuk menciptakan Kereta Cepat Merah Putih (KCMP)”. Jelasnya.
Sebagai tambahan informasi, kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut merupakan merupakan bagian dari rangkaian BRIN Goes to Industries pada sesi Dialog Inovasi Industri Strategis yang bertujuan mengakselerasi hilirisasi riset menuju kemandirian industri strategis nasional.
Direktur PNM Dr. Muhammad Taali, S.E., M.M. menjelaskan bahwa menjadi salah satu bagian dari Konsorsium Penelitian dan Pengembangan Bersama KCMP sejalan dengan visi Politeknik Negeri Madiun ke depan, yakni Menjadi Perguruan Tinggi Vokasi Unggul, Inovatif, Kolaboratif dan Berdaya Saing Global dengan Keunggulan di Bidang Transportasi Berkelanjutan.
“Kami yakin PNM mampu dan bisa meriset terkait transportasi yang paling ekonomis dan canggih di Indonesia,” jelasnya.
Dr. Muhammad Taali, S.E., M.M. melanjutkan, transportasi berkelanjutan dapat berarti luas, mulai dari moda, sistem, perusahaan, model bisnis, maupun lingkungannya.
“Jadi transportasi tidak hanya membahas tentang membuat kereta api, membuat mobil, membuat mesin, tetapi bidang transportasi itu mulai dari perencanaannya, bisnisnya, keuangannya, pajaknya, dan membuat modanya sendiri.” Terang Direktur PNM.
Selanjutnya, Dr. Muhammad Taali menambahkan bahwa setiap bagian yang mendukung transportasi berkelanjutan merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipecahkan. Untuk itu setiap program studi di Politeknik Negeri Madiun didesain untuk menjadikan mahasiswa seorang yang ahli di masing-masing bidang yang mendukung transportasi berkelanjutan tersebut.
“Baik menjadi ahli dalam kelistrikan, kontrol, administrasi, logistik, bahasa, keuangan, digitalisasi maupun lainnya. Semuanya terkait dengan transportasi berkelanjutan yang ekonomis, ramah lingkungan, dan peduli dengan bumi.” Pungkasnya. *(Humas/PIP PNM)
Online
Hari ini
Bulan ini
Total